You are currently viewing Sudahkah Engkau Mempersiapkan Mahar untuk Meminang Bidadari Surga?

Sudahkah Engkau Mempersiapkan Mahar untuk Meminang Bidadari Surga?

Episode terakhir dari perihal Bidadari Surga akhirnya tiba juga. Kamu pasti bertanya-tanya, sebenarnya apa sih Mahar untuk mendapatkan bidadari?, atau sudah nebak-nebak sendiri jawabannya. Yap tepat!, mahar yang saya maksud adalah setiap amalan shalih yang kita lakukan di dunia akan mengantarkan kita menuju surga dan otomatis mendapatkan bidadari sebagai pasangan kita nanti. Dan juga bukan semata-mata hanya karena amalan kita, tapi juga atas rahmat Allah yang luas bagi para hambanya yang sabar sesaat untuk taat di bumi yang kita rasakan nanti cuma sebentar yang kadarnya satu hari atau setengah hari saja dibanding hari-hari di akhirat.

Baca juga: Ciri-Ciri Fisik Bidadari Surga

Secara umum amalan itu banyak jalannya, tapi yang saya akan bahas disini amalan secara khusus untuk meminang bidadari. Yuk di baca perlahan sambil berniat untuk mengamalkannya.

Mahar untuk Meminang Bidadari Surga:

1. Beriman dan Beramal Shalih

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di berkata, “Dan sebab yang dapat mengantarkan ke surga adalah iman dan amal shalih. Tidak ada jalan yang dapat mengantarkan kepada kabar gembira ini (surga), kecuali dengan iman dan amal shalih.”

Allah juga berfirman:

“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, mereka di dalamnya mempunyai istri-istri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.” [An-Nisa : 57]

2. Bertakwa

Definisi dari takwa adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Takwa mempunyai banyak keutamaan, baik di dunia maupun di akhirat. Diantara keutamaan takwa di dunia, bahwa orang yang bertakwa akan diberi jalan keluar oleh Allah dari segala permasalahan yang dihadapi. Demikian pula ia akan diberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Sedang di akhirat orang bertakwa akan mendapatkan surga dengan segala kenikmatannya. Demikian pula ia akan diberi bidadari surga yang bermata jeli.

Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka, dan Tuhan mereka memelihara mereka dari adzab neraka. (Dikatakan kepada mereka), ‘Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan’, mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jelita,” [Ath-Thur : 17-20]

3. Mati Syahid

Mati Syahid adalah terbunuh dengan sebab memerangi orang-orang kafir, dalam rangka untuk meninggikan kalimat Allah tanpa disertai kemunafikan, riya’ (pamer) atau pun ghulul (mencuri harta ghanimah).

Orang yang mati syahid mempunyai banyak keutamaan. Diantaranya ia akan dinikahkan dengan bidadari surga yang bermata jeli. Sebagaimana diriwayatkan dari Al-Miqdam bin Ma’di Karib, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Bagi orang yang mati syahid akan mendapatkan enam (pahala) di sisi Allah, yaitu diampuni (dosanya) sejak pertama kali darahnya mengalir, melihat tempat duduknya di surga, diselamatkan dari adzab kubur, aman dari goncangan hari kiamat, diletakkan di kepalanya mahkota dari mutiara yang lebih baik dari dunia dan seisinya, dinikahkan dengan 72 bidadari dari hurun ‘in dan memberi syafaat kepada 70 kerabatnya.” [HR. Tirmidzi]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwa dia berkata, ‘Pernah disebut-sebut tentang orang yang mati syahid di sisi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, maka beliaupun bersabda:

“Bumi tidak akan pernah kering dengan darah seorang syahid hingga ia dijemput oleh kedua istrinya (dari bidadari), keduanya seperti wanita penyusu (untuk anak orang lain) yang menaungi kedua anak susuannya di suatu tanah lapang. Di tangan masing-masing mereka terdapat selembar selendang yang lebih baik dari dunia dan seisinya.” [HR. Ahmad]

4. Zuhud Dunia

Zuhud secara harfiah berarti menolak sesuatu karena menganggap remeh sesuatu tersebut. Sedang pengertian zuhud secara istilah adalah mengambil (menggunakan) sesuatu dari yang halal dan yakin akan kehalalannya sesuai dengan kebutuhan. Sehingga zuhud bukan berarti mengharamkan yang halal atau menolak semua harta. Harta tetap boleh digunakan sesuai kebutuhan manusia, dengan syarat harta tersebut halal dan tidak berlebihan dalam penggunannya.

Yunus bin Maisarah berkata, “Zuhud bukan mengharamkan yang halal dan mengabaikan harta. Akan tetapi, hakikat zuhud adalah engkau lebih mengutamakan apa yang di tangan Allah (akhirat) daripada apa yang di tanganmu (dunia).”

Salah satu keutamaan hidup zuhud, bahwa Allah akan menikahkan pelakunya dengan bidadari yang cantik. Diriwayatkan dari Abu Umamah Radhiyallahu Anhu, Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang mampu memenuhi ketamakannya terhadap dunia, seandainya dia mau dia mampu meraihnya, namun dia tidak meraihnya (karena Allah), maka Allah akan menikahkannya dengan bidadari sesuai yang ia kehendaki.” [HR. Thabrani]

5. Menahan Amarah

Menahan amarah maksudnya menahan marah dan menahan segala sesuatu yang menyebabkan kemarahan, serta bersabar ketika marah karena takut kepada Allah. Atau dengan ungkapan lain, tidak membalas dendam sedangkan ia mampu melakukannya karena mengharap keridhaan Allah.

Orang yang menahan amarah akan dipanggil Allah di hadapan seluruh makhluk, hingga ia disuruh memilih bidadari sesuai yang ia kehendaki. Sebagaimana diriwayatkan dari Mu’adz Radhiyallahu Anhu, Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang menahan amarahnya sedang ia mampu untuk melampiaskan, maka Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk hingga ia disuruh memilih bidadari sesuai yang ia kehendaki.” [HR. Ahmad]

6. Menghilangkan Gangguan di Jalan

Menghilangkan gangguan di jalan memang kelihatannya sepele. Namun merupakan perbuatan mulia dan juga bagian dari cabang keimanan. Menyingkirkan gangguan di jalan adalah salah satu cara untuk mendapatkan bidadari surga. Sebagaimana diriwayatkan dari Ali Radhiyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:  

“Wahai Ali, berilah para bidadari mahar-mahar mereka. Aku berkata, ‘Apa mahar-mahar mereka?’ Beliau bersabda, ‘Menyingkirkan gangguan di jalan dan mengeluarkan sampah dari masjid. Itulah mahar mereka wahai Ali’.” [HR. Ibnu Syahin, no. 553]

Baca juga: Sifat Bidadari dan Kenikmatan Hubungan Seksual di Surga

Setelah kita ngulik abis tentang bidadari bagi kaum lelaki, timbul pertanyaan, apakah kaum wanita di dunia yang masuk ke dalam surga juga akan mendapatkan bidadara?. Saya jawab, tentu saja. Yang dimaksud dengan bidadara adalah lelaki dunia yang masuk surga (Majmu’ Fatawa Syaikh Al-‘Utsaimin 2/53). Dan seorang lelaki yang masuk surga akan dimodifikasi tubuh dan parasnya oleh Allah Ta’ala menjadi tampan dan elok sebagai bidadara. Sebagaimana pula wanita dunia yang beriman dan beramal shalih akan lebih mulia dan lebih cantik dari para bidadari surga. Hal ini karena wanita dunia telah menjalankan kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan kepada mereka dengan penuh kesabaran tatkala di dunia.

Lalu siapa yang akan menjadi pasangan bagi wanita dunia yang masuk surga ini?. Seorang wanita tidak keluar dari salah satu kondisi-kondisi berikut ini:

Pertama, Ia meninggal sebelum menikah. Maka wanita ini dapat dinikahkan dengan lelaki dunia yang masuk surga dan yang akan menyenangkan hatinya.

Kedua, Ia meninggal setelah bercerai dan belum sempat menikah lagi, maka kondisi wanita ini sama dengan kondisi wanita pertama.

Ketiga, Ia meninggal dalam keadaan bersuami, tetapi suaminya tidak masuk surga bersamanya. Kondisi wanita ini juga sama dengan kondisi wanita pertama dan yang kedua.

Keempat, Ia meninggal setelah menikah dengan suaminya. Maka di surga ia akan menjadi istri suaminya tersebut.

Kelima, Suaminya lebih dahulu meninggal dan setelah itu ia tidak menikah lagi hingga meninggal dunia. Maka wanita ini juga kondisinya sama dengan wanita yang keempat.

Keenam, setelah suaminya meninggal, ia menikah lagi dengan lelaki lain. Meskipun menikah berkali-kali maka ia akan menjadi istri dari suaminya yang terakhir.

Tatkala Mu’awiyah Radhiyallahu Anhu melamar Ummu Darda’ makaUmmu Darda pun menolak lamarannya dan berkata, “Aku mendengar Abu Darda’ (suaminya yang telah meninggal) berkata, Aku mendengarRasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:  

“Seorang wanita bagi suaminya yang terakhir.”

Dan aku tidak ingin pengganti bagi Abu Darda’.” [Disahihkan oleh Syaikh Albani dalam Ash-Shahihah no. 1281]

Lalu bagaimana jika suaminya yang terakhir itu orang yang buruk amalannya, maka wanita tersebut akan bersama suami yang mulia akhlaknya saat hidup bersamanya di dunia karena ia diberi pilihan untuk memilih di antara suami yang paling ia sukai.

Ketujuh, Jika perkaranya adalah sebaliknya, yaitu seorang wanita dunia bermaksiat dan membangkang kepada suaminya, maka ia akan kalah bersaing dengan para bidadari surga dan akan menyebabkannya terjerumus dalam neraka.

Selesai sudah obrolan manis seputar bidadari dan pasangan kita di surga, tujuan saya hanya ingin memberikan semangat dan motivasi bagi saya pada khususnya dan para perindu bidadari untuk selalu istiqomah dalam beramal shalih di dunia agar bisa merasakan kesibukan yang telah menyibukan para penghuni surga. Dan saya memohon maaf jika tulisan saya telah melampaui batas dalam mensifati para bidadari. Tidak ada secuilpun niat saya untuk mendiskreditkan wanita. Karena sesungguhnya mereka (istri) kita di dunia akan menjadi Ratu para bidadari surga bagi kita nantinya. Aamiin.

Saya tutup dengan bait sya’ir dari Ahmad Band dan Padi dengan sedikit gubahan:

“Sgala damai datang saat dia menjelang, Kurasakan lagi sejuk di peluknya, Halus tutur kata yang slalu tercipta, Mengundang naluri untuk sandarkan letihku…

Jika aku diberikan rahmat Allah untuk berada di surga, Aku pasti akan bahagia, Bahagiaku akan sempurna bila ada dirimu, Aku ingin kau menjadi bidadariku di sana, Tempat terakhir melabuhkan hidup di keabadian…”

Bidadari sambut aku, Bidadari peluk aku…”


Sumber referensi:

  1. Buku: Kisah Asmara Penghuni Surga – Yazid Abu Fida, Kiswah Media, Maret 2015.
  2. Buku: Pesona Bidadari – Ustadz Firanda Andirja, Lc., M.A. Naashirussunnah, Oktober 2012.
  3. Image: Freepik

This Post Has 16 Comments

  1. Avatar
    dea merina

    aku jadi belajar banyak dari sini
    terima kasih tulisannya~

  2. Avatar
    Milah Smart

    Suka dengan syair ini “Jika aku diberikan rahmat Allah untuk berada di surga, Aku pasti akan bahagia, Bahagiaku akan sempurna bila ada dirimu, Aku ingin kau menjadi bidadariku di sana, Tempat terakhir melabuhkan hidup di keabadian…”

    Buku yang dijadikan referensi juga bagus. Oh ya kak, untuk buku dengan judul Kisah Asmara Penghuni Surga – Yazid Abu Fida di Gramedia ada ndak ya?

    1. Herijo
      Herijo

      Untuk buku itu saya kurang tau ada apa ngga di gramedia soalnya saya beli pas ada kajian di Masjid. coba cari di toko buku sunnah di kota Mila.

  3. Avatar
    dinda

    Kalimatnya bagus-bagus dan puitis bikin adem mas.. 🥰🥰

  4. Avatar
    Edi

    Masya allah… Otw menghallalkan bidadari, semoga akhur taun.

    1. Herijo
      Herijo

      Semoga Allah mudahkan. dan cari wanita yang baik agamanya niscaya akan beruntung.

  5. Avatar
    Oktavia winarti

    Waaah bermanfaat mas. Next bisa ditambah entri tentang balasan untuk wanita di syurga biar berimbang.

  6. Avatar
    Amanda Pratiwi

    Masyaa Allah, semoga kita semua fibeekahi ketakwaan kepada Allah hingga bisa termasuk ke dalam golongan sebaik-baik manusia di dunia maupun di akhirat

  7. Avatar
    bobby

    saya pernah baca hadits, nanti bagi mereka yang berhak atas Surga akan diberikan bidadari nan jelita. tapi mereka justru memilih istri mereka di Dunia untuk menemani di Surga. dan itu membuat para bidadari cemburu.

    ini beneran ada gak sih hadits nya? saya lupa.

    1. Herijo
      Herijo

      Kalo hadits seperti itu saya belum pernah dengar, tapi secara makna memang benar bahwa istri kita didunia nanti akan menjadi Ratu (pemimpin) dari para Bidadari di surga yang cantiknya melebihi para bidadari disebabkan karena mereka dulu di dunia dibebankan syariat serta beriman dan beramal saleh.

  8. Avatar
    umimami

    kalau bidadara surga, cara mendapatkannya gimana ya ? bisa untuk tulisan selanjutnya ka, thanks for sharing 🙂

    1. Herijo
      Herijo

      Dari referensi yang saya pahami, tidak ada dalil secara khusus bagi wanita untuk mendapatkan bidadara. karena sudah saya sebutkan di akhir artikel ini bahwa wanita akan mendapatkan bidadara yaitu suaminya ketika di dunia. atau laki-laki lain jika wafat sebelum nikah. karena tidak ada istilah membujang di surga semua pasti mendapatkan pasangan.

  9. Avatar
    ilmair

    Ma syaa Allah, buku yang bagus buat dibaca ini, makasih udah sharing Kak. Semoga kita semua bisa mempersiapkan diri, menjadi hamba-Nya yang diridhoi-Nya masuk syurga, meminang bidadari dan bidadara syurga aamiin

Tinggalkan Balasan