Skip to main content

Driver Ojol Sukses: Dari Keterbatasan Ekonomi ke Lulusan DBS Foundation Coding Camp 2024

Bagikan ke

Ini adalah kisahku yang semoga dapat menginspirasi orang diluar sana yang mempunyai keterbatasan tapi tidak membatasi dirinya untuk mengembangkan ilmu, sehingga mudah-mudahan dapat mencapai impiannya.

Latar Belakang Pendidikan

Aku hanyalah seorang yang hanya mempunyai secarik kertas ijazah SMA yang dicetak di awal tahun Milenium. 

Aku memang pernah mengenyam pendidikan di bangku kuliah, tapi takdir berkehendak lain, Aku tidak pernah selesai menulis Skripsi yang Aku buat karena berbagai faktor.

Faktor yang paling krusial adalah keterbatasan ekonomi. Ayahku hanyalah seorang supir pribadi pada perusahaan swasta, yang di saat Aku semester akhir berada diambang masa pensiun.

Faktor yang kedua karena Aku ingin menjaga kesehatan mental ku agar tidak terjatuh dalam jurang Mental Illnes yang berkepanjangan.

Dengan penuh keterpaksaan, Aku membulatkan tekad untuk Drop-in alias mengundurkan diri dari kampus yang penuh goresan cerita bersama teman-temanku.

Bekerja Serabutan

Generated with Bing Ai – Powered by Dall E 3

Sesaat setelah Drop-in, Aku mulai berburu mencari lowongan pekerjaan yang pada saat itu belum banyak Platform loker yang menjamur di Internet seperti saat ini. 

Mulai menjadi Direct Sales, Telemarketing, Laboran Komputer sampai penjaga toko “Konter Handphone” pernah Aku lakoni.

Wirausaha mandiri juga Aku pernah coba, sampai pada akhirnya Aku menemukan pekerjaan yang menyenangkan dengan menjadi mitra Driver pada satu Aplikator ojek online, yang kisahnya bisa dibaca di tautan berikut ini.

Baca juga: Suka Duka Menjadi Driver Online Food Delivery

Baru pada saat pandemi Covid 19 mewabah, Aku mulai meningkatkan Skill IT dengan belajar membuat Website berbasis WordPress. Sejak saat itu pula Aku memasuki dunia kepenulisan dengan mempunyai Blog sendiri.

Upskilling dengan Beasiswa DBS Foundation Coding Camp 2024

Generated with Bing Ai – Powered by Dall E 3

Proses Aku untuk selalu bertumbuh dalam bidang IT mulai terbuka sejak Aku mempunyai Blog Pribadi, sampai akhirnya Aku melihat konten Coding Camp dari salah seorang Influencer di beranda Instagram Ku, pada awal tahun 2024.

Beasiswa ini diusung oleh DBS Foundation yang merupakan Yayasan milik Bank DBS yang fokus pada kewirausahaan sosial dan persiapan masyarakat untuk masa depan, dengan tujuan mulia untuk meningkatkan kompetensi masyarakat Indonesia dalam bidang teknologi informasi.

Pada tahun 2023, DBS Foundation Coding Camp memberikan lebih dari 52.000 beasiswa coding kepada talenta digital Indonesia. 

Pada tahun 2024, program ini akan memberikan puluhan ribu beasiswa pelatihan coding online dalam alur belajar Front-End Web Developer dan Machine Learning Developer mulai dari level Dasar hingga Mahir.

Dalam program ini DBS Foundation menggandeng Dicoding salah satu platform bagi developer Indonesia yang memungkinkan mereka untuk belajar, menciptakan karya digital, mendapatkan validasi industri atas karya tersebut, dan mencari pekerjaan di perusahaan mitra.

Kurikulumnya didesain dengan persetujuan dari Tim Google, sehingga mempersiapkan para Developer dengan standar global. Dicoding juga memiliki reviewer profesional yang akan mengulas kode yang Kita buat pada saat proyek tugas akhir (submission), serta alumni yang telah berhasil di berbagai perusahaan.

Benefit yang bisa Aku dapatkan juga lumayan, diantaranya adalah:

  • Mendapatkan sertifikat di setiap kelas yang sudah lulus.
  • Jenjang kelas dari Beginner, Intermediate, hingga Expert.
  • Berkesempatan untuk mendapatkan pekerjaan melalui mitra perusahaan Dicoding.
  • Berkesempatan untuk mendapatkan hadiah hiburan berupa MacBook Air M1 2020, Garmin Forerunner 55, dan Fantech Mechanical Keyboard.  

Tanpa pikir panjang, Aku langsung mendaftar sebagai pesertanya yang memang program ini terbuka bagi semua warga negara Indonesia dan dikhususkan bagi pendidik, penyandang Disabilitas, dan masyarakat umum dengan keterbatasan ekonomi.

Sistem Pembelajaran Kelas Front-End Web Developer Dicoding

Kenapa Aku pilih kelas Front-End, karena Aku mempunyai side job sebagai seorang Blogger, yang pengen banget tau dapur coding dari tema Blog Aku sendiri, siapa tau nanti Aku bisa ngerubah tampilan dari Blog Aku yang terkesan Monoton, dengan bahasa HTML, CSS, dan Javascript.

Selain itu tidak menutup kemungkinan untuk Switch Carrier menjadi Programmer Web. Yah..”You Know lah”, kalo pekerjaan Driver Ojol itu resiko nya besar dan memiliki ketidakpastian dari segi penghasilan.

Kalo Kamu ngebayangin belajar Coding itu bikin “Mumet” alias pusing pala Barbie, hal itu tidak terjadi pada pembelajaran yang Aku alami.

Mungkin karena Aku punya Background IT, sebab Aku dulu menempuh jurusan Sistem Informasi yang membuat Aku Familiar dengan bahasa pemrograman.

Tapi Aku rasa, orang awam pun Insya Allah bisa mengikuti dan memahami dengan baik materi yang diberikan, karena kurikulumnya sudah dibuat dengan terstruktur dan sistematis.  

Pembelajaran dalam kelas ini Full Online yang dapat diakses dengan gratis oleh semua pesertanya. Materi yang dipaparkan disusun dalam bentuk materi yang mayoritas berupa teks atau tulisan dalam Website LMS (Learning Management System) Dicoding.

Alasan memakai teks dalam proses belajar di bidang pemrograman, karena bentuk materi pembelajaran yang paling efektif untuk diingat, dimengerti, dan dipraktikkan adalah dalam bentuk teks.

Ada juga materi video tapi jumlahnya sedikit, dan yang paling penting adalah tersedianya forum diskusi yang dapat digunakan untuk bertanya dan menjawab mengenai materi kelas, oleh Instruktur yang terdiri dari Curriculum Developer dan Academy Code Reviewer siap membantu melalui forum diskusi ini. 

Pada akhir materi ada Kuis berupa pilihan ganda yang harus dilalui sebelum masuk ke materi berikutnya. Jika sudah menyelesaikan materi, ada Progres Bar pembelajaran yang dapat terlihat dalam bentuk persentase dan estimasi target waktu yang bisa dicapai.

Tugas Akhir dari keseluruhan materi Front-End ini disuruh untuk membuat Website dalam bentuk tampilan beranda Blog yang terlihat sederhana, tapi membutuhkan ketelitian dan fokus yang ekstra.

Pasalnya, dibalik tampilan Web yang ciamik, ternyata ada struktur kode yang berbaris rapi menggunakan berbagai fungsi yang terkait satu sama lain. 

Dalam kasus ini memakai bahasa HTML, dan CSS. sedangkan pemakaian Javascript adalah nilai tambah jika memang sudah bisa diterapkan di Web tersebut. 

Membutuhkan waktu sekitar sepekan untuk merancangnya dari keseluruhan 4 bulan untuk menuntaskan kelas dasar pemrograman Web ini meskipun deadline nya masih sebulan lebih lagi di tanggal 25 Juni 2024.

Dan Tada!…Akhirnya sepucuk sertifikat tanda keberhasilan pun muncul dibawah ini.

https://www.dicoding.com/certificates/KEXL1L4WRXG2

Menembus Batas dengan Growth Mindset

Beberapa hari yang lalu Aku sempat mengikuti Event Soft Skill Webinar Eksklusif khusus untuk peserta DBS Foundation Coding Camp 2024 melalui kanal YouTube Dicoding.

Dengan tema “Growth Mindset & Personal Development” yang dibawakan oleh Hendrico Wattiheluw – Assistant Vice President dari Group HR PT. Bank DBS Indonesia.

Sesaat Aku tertegun melihat ilmu Self Improvement ini yang menampar dengan kerasnya batin ini untuk segera berubah dari seorang Fixed Mindset menjadi Growth Mindset.

Intinya begini, pernah gak sih kamu diberikan tawaran atau Challenge untuk bisa mengerjakan pekerjaan yang kamu tidak bisa sebelumnya.

Orang dengan tipe Fixed Mindset akan berkata “Saya tidak bisa” sedangkan orang dengan tipe Growth Mindset akan berkata “Saya belum bisa dan berikan saya waktu untuk mempelajarinya agar Saya bisa”

Nah..dulu saya termasuk tipe Fixed Mindset yang gampang menyerah dengan segala ketakutan akan situasi pekerjaan yang tidak dikuasai.

Tapi sekarang dengan perlahan akan saya dobrak pintu ketakutan yang membelenggu potensi dalam diri itu dengan berpikir untuk mencintai proses dalam bertumbuh.

Termasuk juga masalah pekerjaan yang di negeri ini masih terbilang Diskriminatif dengan adanya syarat batasan usia dalam melamar kerja.

Kata Pak Rico dalam menjawab masalah ini, “Kita tidak bisa mengontrol apa yang ada di dalam sistem yang sudah ada, tapi kan ada banyak Channel lain yang bisa terbuka untuk kita masuki”

Menurut pemahaman saya, Channel tersebut bisa jadi peluang kerja Remote atau Freelance yang semenjak pandemi lalu berkembang dan menjadi trend dikalangan pekerja yang ingin Work From Anywhere.

Atau bisa juga ada perusahaan yang tidak melihat dari umur, tapi yang dilihat adalah Skill yang kita punya (Hopefully).

Cara Pendaftaran DBS Foundation Coding Camp 2024

Setelah mengetahui bejibun manfaat dari program ini, langsung aja buruan daftar melalui link berikut ini > Pendaftaran DBS Foundation Coding Camp 2024

Tapi sebelumnya Aku minta maaf, Sorry Dory Kemory bahwasanya pendaftarannya bakal ditutup di akhir bulan ini tanggal 31 Mei 2024. At least cuma menghitung hari, kesempatan indah ini akan terbuang sia-sia kalo kamu gak gercep.

Masalah utamanya karena Aku kurang bisa mengatur waktu yang seharusnya kelas ini bisa diselesaikan dengan cepat, tapi Aku malah molor akibat dari aktivitas harianku di jalanan.

Dan juga pas bulan Ramadhan kemarin, Aku gak buka LMS Dicoding sama sekali karena fokus beribadah. Ya sudahlah terjadilah apa yang terjadi.

Dua petuah bijak terakhir dari Aku, cuma mo bilang:

Gak ada kata terlambat, karena kita akan tetap menjadi pembelajar sampai mulut kita tersumpal dengan tanah a.k.a “Wafat”

Herijo

Cintai proses dan serahkan hasilnya kepada pemilik semesta Allah Ta’ala

Herijo

Referensi:

https://www.dbs.com/NewsPrinter.page?newsId=lee4rwu8&locale=en
https://www.dbs.com/spark/index/id_id/site/codingcamp/index.html
https://www.dicoding.com/programs/dbscodingcamp/registration
https://help.dicoding.com/akun/apa-itu-dicoding/
https://www.dicoding.com/academies/123

Herijo

Herijo

Memiliki Passion dalam kepenulisan seperti Blogging, SEO Writer serta Novelis. Penikmat secangkir kopi di pagi hari dan juga seorang Cat Lover.

16 thoughts to “Driver Ojol Sukses: Dari Keterbatasan Ekonomi ke Lulusan DBS Foundation Coding Camp 2024”

  1. Ulasan menggugah selera untuk jadi Growth Mindset ,semoga terbuka peluang untuk menjadi lebih baik dari seblumnya
    Semoga allah meridhoi apa yg kita kerjakan…..

  2. keren yah, terima kasih kepada DBS Bank atas program DBS Foundation Coding Camp 2024 yang telah membuka pintu bagi banyak orang untuk meraih masa depan yang lebih cerah. semoga bisa ikutan programnya dan berjaya!

  3. Salut dengan perjalanan Mas Heri untuk terus maju dan berkembang dan pencapaian mengikuti program coding dari DBS dan Dicoding ini merupakan salah satu bukti pencapaian yang luar biasa dan InsyaAllah menginspirasi banyak orang

  4. Setuju. Kita akan terus menjadi pembelajar. Makanya, kesuksesan hidup seseorang sebetulnya gak hanya dari selembar ijazah. Meskipun bukan berarti saya mengabaikan dunia pendidikan. Tetapi, terus belajar meningkatkan skill juga menjadi faktor penentu

  5. Growth Mindset. Berani mencoba dan membuka peluang bagi diri sendiri.

    Kisah yang seru, Mas. Kadang memang hidup kita tuh nggak bisa selalu sejalan dengan jalan yang biasa orang lain lalui sih ya. Namun pada akhirnya, semangat belajar terus dan kesiapan untuk bertumbuh yang bisa mengetuk banyak pintu kesempatan baru di dalam hidup. Keren sekali.

  6. Masya Allah, keren Bang Heri, banyak yang bisa diambil ya. Keterbatasan tidak menjadikan kita terhalang untuk bertumbuh.

    Sebenarnya Teddy ada ketertarikan untuk jadi programmer, tapi ya itu kayak masih ragu aja karena bahasanya sulit. Dari artikel ini Teddy tahu bahwa materi yang dipaparkan begitu asik hingga orang awam pun dapat mengerti.

    Terima kasih ya Bang.

  7. keren mas Heri, sukses terus mas. terbukti mengikuti DBS Bank atas program DBS Foundation Coding Camp 2024 telah membuka pintu bagi banyak orang untuk meraih masa depan yang lebih cerah. semoga semakin banyak yang turut serta juga ya mas…..

  8. Mantap, Mas! Seru juga ya eventnya. Kudos to DBS Bank atas program DBS Foundation Coding Camp 2024 telah memberikan kesempatan. Semoga semakin banyak event serupa dan yang ikut berpartisipasi.

  9. Jika kita berusaha dengan keras, maka tidak ada yang tidak mungkin ya. Saya salut dengan perjuangan masnya yang tidak mudah patah arang meskipun gagal menyelesaikan kuliah. Saya jadi tertarik dengan program DBS ini, apalagi bisa diikuti oleh disabilitas.

  10. Wah keren ya program DBS bisa membarikan fasilitas seperti pada ojol ini , semoga semakin banyak program DBS yang seperti ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *