You are currently viewing 10 Obat Anti Galau Part 2

10 Obat Anti Galau Part 2

Assalamu’alaykum, Jokers…

Baiklah, setelah sebelumnya kamu udah menelan ke-empat obat yang saya resepkan di obat anti galau part satu, sekarang saatnya melakukan terapi lanjutan dengan enam hal yang insyaAllah dapat menyembuhkan luka kegalauanmu. Yuk disimak.

Baca juga: Obat Anti Galau Part 1

5. Bersegera Meninggalkan Kemaksiatan dan Hendaklah Bermuhasabah (Introspeksi) Diri

Maksiat adalah kehinaan, menjauhkan dari rahmat Allah, mendatangkan kesusahan, kesedihan dan kesempitan dada.

Saudaraku, apakah kamu menginginkan jalan keluar dari apa yang kamu alami, sedangkan kamu “merumput” di sebagian padang kemaksiatan? Sungguh mengherankan apa yang kamu lakukan ini! Kamu memohon kepada Allah untuk hajat dirimu sedangkan kamu melupakan pelanggarannya. Tidak tahukah kau bahwa dosa adalah pintu yang sangat besar untuk masuknya berbagai musibah pada diri seorang hamba.

Allah berfirman yang artinya:

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syuuraa: 30)

“Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata, ‘Dari mana datangnya (kekalahan) ini?’ Katakanlah, ‘Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.‘ Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali ‘Imran: 165)

Imam Ibnul Qayyim mengatakan, “Balasan yang diberikan kepada orang yang berbuat keburukan berupa kesempitan dada, kerasnya hati, tercerai berainya hati, kegelapannya, ketertutupannya, duka dan kesedihannya, serta ketakutannya, semua ini adalah perkara yang nyaris dan tidak diragukan oleh orang yang memiliki perasaan dan kehidupan walaupun sedikit. Bahkan, kesusahan, duka, kesedihan dan kesempitan ini adalah sanksi yang disegerakan, Neraka dunia dan Jahannam saat ini. Sementara menuju kepada Allah, kembali kepadaNya, ridha kepadaNya, hati penuh kecintaan kepadaNya, lisan senantiasa berdzikir kepadaNya, dan bergembira dengan mengenalNya, maka ini adalah pahala yang disegerakan, Surga dan kehidupan yang sama sekali tidak dimiliki para raja.” (Al-Waabilush Shayyib, hal. 104.)

Karena itu, bersegeralah untuk muhasabah (introspeksi) diri, muhasabah secara jujur dan obyektif, muhasabah sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang menginginkan keridhaan Rabb-nya dan kebaikan bagi dirinya. Jika kamu teledor dalam melaksanakan shalat, zakat atau hal-hal lain yang Allah wajibkan, atau kamu melakukan dosa-dosa yang Allah larang, maka bersegeralah memperbaiki urusanmu, dan perangi nafsumu atas perkara itu, niscaya kamu akan melihat dari Allah apa yang dapat melapangkan dada dan memudahkan urusan kamu.

Allah berfirman yang artinya:

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-‘Ankabuut: 69)

6. Senantiasa Melaksanakan Kewajiban

Memelihara dan senantiasa melaksanakan kewajiban, memperbanyak amalan-amalan sunnah berupa shalat, puasa, shadaqah, (berbagai) kebaikan dan selainnya, merupakan sebab-sebab (turunnya) kecintaan Allah Ta’ala kepada hambaNya.

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, ia mengatakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: ‘Allah berfirman, ‘Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku sukai dari apa yang Aku fardhukan kepadanya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, tangannya yang dengannya ia memegang dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia memohon kepadaKu, maka Aku akan mengabulkan permohonannya, dan jika ia meminta perlindungan kepadaKu, maka aku akan memberikan perlindungan kepadanya.’” (HR. Bukhari)

7. Bergaul Dengan Orang-Orang Shalih

Berkumpul bersama teman-teman yang shalih, setia mendengar pembicaraan mereka, memetik buah pembicaraan dan arahan mereka, maka duduk bersama mereka mendatangkan keridhaan Allah Yang Maha Penyayang dan membuat syaitan murka.

Karena itu, senantiasalah duduk dan bergaul bersama mereka, serta mintalah nasihat mereka, niscaya kamu mendapati kelapangan dan kegembiraan dalam dadamu.

Kemudian, berhati-hatilah Kamu dengan kesendirian. Hati-hatilah untuk tidak sendirian tanpa teman, apalagi pada saat berbagai urusan menyusahkanmu. Karena syaitan akan menambah kelemahan kepada seorang hamba jika seorang diri. Syaitan dari satu orang itu lebih dekat, dan dari dua orang lebih jauh, sementara ia tidak bersama tiga orang. Sesungguhnya serigala hanyalah makan kambing yang sendirian.

8. Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an dengan tadabbur dan penuh perhatian termasuk salah satu sebab terbesar untuk menghilangkan kesedihan dan kesusahan. Sebab, membaca Al-Qur’an dapat menenteramkan hati dan melapangkan dada.

Allah berfirman yang artinya:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Ibnu Katsir mengatakan, “Yakni senang dan bersandar ke haribaanNya, tenteram saat mengingatNya, dan ridha kepadaNya sebagai penolongNya. Karenanya Allah berfirman, ‘Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.’” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Yakni, ketenteraman pasti terwujud karena berdzikir.

Karena itu, hendaklah kamu berkeinginan keras untuk memperbanyak membacanya di waktu-waktu malam dan siang. Mohonlah kepada Rabb agar bacaan Al-Qur’an kamu menjadi sebab kelapangan dadamu. Sebab, selagi hamba menuju Rabb-nya dengan jujur, maka Allah membukakan untuknya keberkahanNya yang agung.

Allah berfirman yang artinya:

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabb-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang ada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orng yang zhalim selain kerugian.” (QS. Al-Israa’: 82)

Baca juga: Cara Mengatasi Masalah

9. Berbuat Baik Kepada Sesama

Berbuat baik kepada sesama dan memberi manfaat kepada mereka dengan apa yang kita miliki berupa harta dan kedudukan termasuk sebab yang dapat melapangkan dadamu.

Sesungguhnya orang yang dermawan kepada orang lain adalah orang yang paling baik jiwanya. Karena itu, berkeinginanlah untuk memberikan kebaikan kebaikan kepada sesama, terutama kepada kedua orang tua dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabmu. Perhatikanlah tetangga dan teman-temanmu, jangan meremehkan kebaikan sekecil apa pun.

Berusahalah untuk senang dengan kebaikan yang diperoleh orang lain, sebagaimana kamu senang kebaikan tersebut kamu peroleh. Lapang dadalah dalam menyelesaikan berbagai hajat saudara-saudara kamu sesama kaum muslimin, niscaya kamu akan menemukan kebahagiaan tanpa diragukan lagi.

10. Membuang Kedengkian Hati dan Berkeinginan Keras untuk Membersihkannya

Hati yang bersih adalah sebab terpenting yang dapat melapangkan hati, mendatangkan kegembiraan dan kebbahagiaan untuknya. Sementara dendam dan dengki adalah penyakit hati yang paling berbahaya dan menyempitkannya.

Ibnul Qayyim mengatakan, “Diantaranya, bahwa yang terbesar adalah mengeluarkan (membuang) kedengkian hati. Ini termasuk diantara sifat-sifat tercela yang menyempitkan hati dan menyiksanya, serta menghalanginya untuk mendapatkan kebersihan hati. Sebab, ketika manusia melakukan sebab-sebab yang bisa melapangkan dadanya sedangkan ia tidak membuang sifat-sifat tercela tersebut dari hatinya, maka itu tidak berguna untuk melapangkan dadanya. Maksimal ia memiliki dua unsur yang masuk ke hatinya, dan hati tersebut akan dikuasai oleh unsur yang yang lebih dominan dari keduanya.”

Karena itu, hendaklah kamu berkeinginan keras untuk membersihkan hatimu dan menjauhi segala hal yang dapat menyempitkannya. Tinggalkanlah permusuhan, kebencian dan kedengkian terhadap orang lain. Cintailah orang lain sebagaimana mencintai dirimu sendiri, niscaya kamu akan menjadi orang yang berbahagia di dunia dan akhirat.


That’s All Jokers, udah saya keluarin semua daya dan upaya untuk dapat menyembuhkan kegalauanmu. Dan kamu harus menelan semua pil itu walaupun pahit agar hati kita kembali menjadi sehat.

Artikel ini saya tutup dengan sebuah ungkapan dari profile picture sahabat saya ~semoga Allah menjaganya~ (nyontek dikit gapapa ya) yang isinya dalem banget menyentuh kalbu. Tulisannya seperti ini:

Manusia mampu menahan pahitnya obat demi kesembuhan penyakit badan mereka. Namun sayang, banyak yang tak mampu menahan pahitnya ketaatan demi kesembuhan penyakit hati mereka.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua untuk meraih kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Sumber: Asyratu Asbaabin linsyiraahish Shadri – Darul Wahyin, Penerjemah Ahmad Syaikhu, Sag, Pustaka Ibnu Umar, Mei 2011

Image: Background photo created by jcomp – www.freepik.com

This Post Has 8 Comments

  1. Avatar
    Rahmat

    Barakallah, trimakasih ilmunya..

  2. Avatar

    Terima kasih banyak, jazzakallahu khairan.
    Yang paling penting dalam hal ini adalah, konsisten menjalankan tips dan percaya bahwa galau itu bisa diobati.

  3. Avatar
    Amanda

    Bener banget semuanya, harus dekat dengan pencipta dan melakukan hal-hal yag doridhoi-Nya

  4. Avatar
    Ikfi

    Penting banget untuk dibaca.. Bener-bener reminder. Terima kasih tulisannya..

  5. Avatar

    Poin 8 emang beneran ampuh atasi kegalauan. karena memang Alquran sumber dari segala jenis obat. Terima kasih insight nya Kak.

  6. Avatar
    Samleinad

    Intinya, utk menghilangkan kegalauan maka kita perlu mendekatkan diri kepada Tuhan ya.

    1. Herijo
      Herijo

      Benar, karena pemilik hati ini adalah Allah Tuhan Yang Maha Esa

Tinggalkan Balasan